Totalitas Lusiana Satriani Dalam Dunia Atletik

0
612

Lusiana Satriani (27), bisa dikatakan seorang wanita muda yang telah bertekad untuk mengabdikan diri di bidang olahraga. Atletik, menjadi pilihan wanita asal Payakumbuh, Sumatera Barat ini.

Tak aneh memang, apabila olahraga menjadi jalan hidupnya. Sebab sang ayah sendiri telah lebih dahulu mengabdikan hidupnya di bidang ini.

Ya, ayahanda dari wanita yang akrab disapa Lusi ini adalah seorang pelatih sepak bola. Maka tak aneh pula apabila Lusi menggemari sepak bola sejak kecil.

“Meski saya perempuan, tetapi saya sangat menggemari sepak bola sewaktu kecil. Sebab ayah saya sangat menginspirasi saya,” ujar Lusi kepada Skinyblog.

Kegemarannya bermain sepak bola terus berlanjut hingga akhirnya pada suatu saat dirinya mengikuti kejuaran atletik. Keikutsertaannya pada kejuaran atletik tersebut pun tetap dibawah supervisi sang ayah sebagai pelatih.

“Sejak saat itu saya lebih banyak menggeluti atletik. Dulu awalnya saya lari jarak jauh,” ujarnya.

Namun, ketika masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP), Lusi menggemari olahraga lainnya, yakni Basket. Namun, Lusi menemukan kendala ketika menggeluti Basket. Sebab Basket itu adalah olahraga yang harus dilakukan secara beregu, dan agak sulit dilakukan secara individual.

Oleh sebab itu, Lusi semakin menekuni atletik. Berbagai kejuaran pun ia ikuti dan tak sedikit yang dimenangkannya. Salah satunya kejuaran atletik antar Kabupaten di Sumatera Barat.

Berbagai prestasi yang ia torehkan itu membuat dirinya beberapa kali diundang untuk berlaga dalam Pelatnas, seperti pada 2008. Kemudian, pada 2012, Lusi diundang kembali untuk mengikuti Pelatnas. Dan pada 2014, Lusi pun mengikuti kembali Pelatnas yang membuatnya kiprahnya di dunia atletik nasional semakin diperhitungkan.

Fokus Lusi pada olahraga atletik menjadikan dirinya lekat dengan prestasi. Mewakili Sumatera Barat, Lusi berhasil meraih medali perak pada Pekan Olahraga Nasional 2016.

Atletik semakin menjadi dunia Lusi. Demikian juga dengan sang ayah, yang semakin fokus menjadi pelatih atletik hingga bisa menghasilkan atlet-atlet atletik yang mumpuni.

Lusi pun melangkah ke kejuaraan internasional. Sea Games 2013 di Myanmar dan Sea Games di Singapura menjadi wahana bagi Lusi menunjukkan kemampuannya dalam olahraga atletik.

Tak hanya menjadi atlet, Lusi pun mengikuti jejak sang ayah melatih para calon atlet atletik di Sumatera Barat. Ia ingin berbagi ilmu dan kemampuan yang dimilikinya kepada anak-anak muda lainnya.

Dan pada bulan November lalu Lusi kembali mempersiapkan diri untuk menghadapi Asian Games 2018. Ia pun bertekad tampil sebaik mungkin untuk Indonesia.

“Saya berniat total di atletik ini, sebab olahraga ini adalah sandaran hidup bagi saya,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here